Senin, 24 Juni 2013

Snowden Meninggalkan Hong Kong

Dibantu WikiLeaks, Snowden Meninggalkan Hong Kong
 
 
Hidayatullah.com—Edward Snowden, salah satu orang yang paling dicari aparat keamanan Amerika Serikat karena membocorkan program intelijen pemerintah Washington, telah meninggalkan Hong Kong menuju Moskow untuk kemudian melanjutkan penerbangannya ke Kuba dan Venezuela.
Dilansir Euronews Ahad (23/6/2013), Snowden meninggalkan Hong Kong setelah pihak berwenang setempat mengatakan, permintaan ekstradisi Snowden oleh AS tidak memenuhi persyaratan hukum yang berlaku.
Media-media setempat menunjukkan keterkejutan mereka, sebab mengira Snowden akan bertahan di Hong Kong dan melawan permintaan ekstradisi dari Washington. Sebagaimana diketahui, rakyat China khususnya di Hong Kong banyak yang mendukung Snowden membongkar PRISM, program intelijen AS yang menyadap sambungan telekomunikasi internet dan telepon warga AS maupun orang asing, mengambil data, menerobos akun dan rekening bank pribadi milik banyak orang selama bertahun-tahun.
Snowden dikabarkan mendapat bantuan dari organisasi WikiLeaks, yang menyediakannya penasehat hukum dalam penerbangan itu dan membantunya mengurus perjalanan dalam rangka mencari suaka.
Snowden juga dikabarkan didampingi oleh sejumlah diplomat yang tidak disebutkan identitasnya.
Menyusul pengakuan Snowden yang mengatakan pernah bekerja untuk lembaga intelijen AS, CIA dan National Security Agency (NSA), dan terlibat dalam proyek intelijen PRISM itu, pendiri WikiLeaks Julian Assange yang juga dikejar-kejar aparat AS menyarankan agar pemuda itu mencari suaka ke negara Amerika Selatan.

Assange sendiri saat ini masih berada di Kedutaan Ekuador di London, tempatnya mencari perlindungan dari upaya ekstradisi oleh negara-negara sekutu AS di Eropa. *
Rep: Ama Farah
Red: Dija
Poskan Komentar