Postingan

SBY Dinilai "Dalang" Gagalnya Reformasi

Gambar
SBY Dinilai "Dalang" Gagalnya Reformasi   foto: tribun   Senin, 06 Mei 2013  Hidayatullah.com-- Implementasi reformasi ternyata belum bisa membawah perubahan yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia, bahkan gagalnya amanah reformasi ini didalangi oleh penguasa saat ini yang tidak lain Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Demikian hasil survey yang dilakukan oleh Indonesian Research and Survey  (IReS), saat menyampaikan hasil survei nasional di 33 Propinsi  dengan tema  "Persepsi publik terhadap pelaksanaan agenda reformasi sepanjang 15 tahun", Ahad (05/05/2013) sore di Hotel Sahid Jakarta. Survey yang dilakukan tanggal 17-27 April dengan 2383 responden, margin of error 2,01% dan tingkat kepercayaan 95% menghasilkan angka penilaian masyarakat tentang pelaksanaan reformasi selama 15 tahun sebanyak 45,1% tidak puas dan hanya 31,1 yang merasa puas, sisanya sebanyak 24,8% merasa tidak tahu. Sejalan dengan gagalnya pelaksanaan reformasi...

Jerry D Gray: Amerika Negara Paling Tidak Sehat di Dunia

Gambar
Jerry D Gray: Amerika Negara Paling Tidak Sehat di Dunia   padahal negara Paman Sam itu diakui sebagai negara nomor satu yang paling tidak sehat   Senin, 06 Mei 2013  Hidayatullah.com-- Temuan 80 doter dan ilmuan Amerika mengungkapkan imunisasi sama sekali tidak cukup membantu kesahatan manusia. Bahkan anak autis di Amerika mencapai angka 1,2 juta saat ini, yang diduga penyebab utamanya adalah imunisasi. Demikian disampaikan  Jerry D Grey, dalam “Seminar kesehatan, Rasulullah is My Doctor” hari Ahad (05/05/2013) di Auditorium IAIN Sunan Ampel Surabaya. Acara yang berlangsung khidmat dan dimulai pukul 09.00 WIB dihadiri sekitar 500 orang aktivis herbal dan para terapis bekam seluruh Jawa Timur. Selain Jerry D Gray hadir pula Faishol Ishaq, praktisi bekam. Muallaf  Menurut Jerry, vaksin imunisasi yang terdiri dari kompenen zat aluminium dan merkuri  akan menyebabkan manusia menderita berbagai macam. Penulis buku  “Rasulullah is M...

KAMRA Berencana Buka Posko Jihad ke Myanmar

Gambar
KAMRA Berencana Buka Posko Jihad ke Myanmar     Senin, 06 Mei 2013  Hidayatullah.com-- Belum adanya itikad baik dari pemerintah Myanmar untuk menghentikan penyiksaan dan intimidasi terhadap Muslim Rohingya Arakan, membuat gerah Komite Advokasi untuk Muslim Rohingya Arakan (KAMRA). KAMRA berencana membuka posko relawan untuk berjihad di Arakan, Myanmar. “Dalam waktu dekat kami akan buka posko relawan untuk berjihad di Arakan. Posko akan berpusat di Jakarta dan beberapa daerah yang ditunjuk,” kata Bernard Abdul Jabbar, Sekretaris Jenderal KAMRA kepada  hidayatullah.com , Senin (06/05/2013) siang. Kata Bernard, syarat yang diperlukan untuk mujahidin yang akan diberangkatkan ke Arakan adalah kuat fisik dan memiliki harta yang berlebih. Menurut Bernard, untuk berangkat ke sana paling tidak satu orang relawan membutuhkan uang 30 juta rupiah. Selama di Arakan, para relawan ini akan membantu kesehatan dan menyediakan tempat mengungsi bagi Muslim Rohingya...

Harga Pangan Meroket, Inflasi Solo Tak Terbendung

Gambar
Harga Pangan Meroket, Inflasi Solo Tak Terbendung Pedagang menata cabai rawit merah dagangannya di pasar senen, Jakarta, Senin (2/4). ANTARA/Zabur Karuru TEMPO.CO ,  Surakarta  - Badan Pusat Statistik (BPS) Surakarta mencatat bahwa dalam empat bulan terakhir harga bahan makanan di Solo naik 10,73 persen. Kepala BPS Surakarta Bagus Rahmat mengatakan kenaikan harga bahan makanan tersebut telah memicu inflasi cukup tinggi di triwulan I 2013. "Solo baru deflasi pada April sebesar 0,26 persen," ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 2 Mei 2013. Kenaikan harga bahan makanan hampir 11 persen tersebut menyebabkan inflasi Solo hingga April 2013 di angka 3,57 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran 2 persen. Bagus mengatakan harga bahan makanan naik dari bulan ke bulan karena keterbatasan pasokan. Dia mencatat pada rentang Februari hingga pertengahan Maret, kenaikan bahan makanan menca...

Ekspor Gas Rugikan Negara

Ekspor Gas Rugikan Negara TEMPO.CO ,  Jakarta  - Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), A. Qoyum Tjandranegara mengatakan ekspor gas merugikan negara. Hal ini dikarenakan harga ekspor gas yang hanya mencapai setengah dari harga Bahan Bakar Minyak (BBM). “Daripada Merugika negara, lebih baik gas dipakai di dalam negeri,” katanya dalam berita BPH Migas, Rabu, 1 Mei 2013. Menurut Qoyum, gas dapat digunakan untuk trans Sumatera dan Trans jawa. Qoyum berpendapat bahwa penggunaan di Kalimantan dan Jawa adalah yang paling penting. Hal ini dikarenakan 70-80 persen kebutuhan gas ada di Jawa.  Menurut Qoyum, Kalimantan yang bisa mensuplai kebutuhan gas di Jawa. “Sumber berada di Natuna, Kalimantan, Sumatera, Papua, dan Sulawesi,” kata Qoyum.  Qoyum menambahkan sekarang sedang dilakukan upaya membawa gas dari Kalimantan ke Jawa. “Semoga prosesnya selesai dalam pertengahan tahun ini.” WINNIE AMALIA R

Muslim Myanmar Tolak Ajakan Bunuh Umat Buddha

Gambar
Muslim Myanmar Tolak Ajakan Bunuh Umat Buddha Senin, 06 Mei 2013, 14:06 WIB  Muslim Myanmar Tolak Ajakan Bunuh Umat Buddha AP/Anurup Titu A Rohingya Muslim man who fled Myanmar to Bangladesh to escape religious violence, cries as he pleads from a boat after being intercepted by Bangladesh border authorities in Taknaf, Bangladesh, Wednesday, June 13, 2012. Bangladesh has turned back more than A+  |  Reset  | A- REPUBLIKA.CO.ID,RANGON -- Ancaman bom di Kedutaan Besar Myanmar di Indonesia oleh terduga teroris dan demonstrasi yang mengimbau pembunuhan terhadap Umat Buddha tidak mendapatkan respons positif dari Muslim Myanmar. Bahkan, komunitas Muslim di negara mayoritas Buddha tersebut menyatakan, menolak ajakan untuk memerangi umat Buddha. Juru bicara All Myanmar Muslim Federation Ko Ko La mengungkapkan, reaksi dengan serangan bom yang akhirnya digagalkan dan panggilan untuk perang melawan pemerintah tidak bisa diterima.  "Ini bukan solusiny...

Awal Pekan, Emas Antam Naik Rp 1.000

Gambar
Awal Pekan, Emas Antam Naik Rp 1.000 Emas batangan. TEMPO/Aditia Noviansyah Follow Foto Terkait Pengantin ini Memakai Perhiasan Senilai Rp. 3 Miliar Video Terkait Dompet Seharga 3,8 Juta Dolar Topik #Emas Besar   Kecil   Normal TEMPO.CO ,  Jakarta  - Setelah ditutup dengan kenaikan Rp 1.000 per gram ke posisi Rp 531 ribu per gram pada akhir pekan lalu, pergerakan positif harga emas kembali terjadi pada awal pekan kedua Mei ini. Dikutip dari laman resmi Logammulia.com, Senin, 6 Mei 2013, harga emas kembali menguat Rp 1.000 dari perdagangan Jumat lalu. Unit Bisnis Pengolahan dan Penjualan logam mulia PT Aneka Tambang hari ini menjual emas Antam ukuran terkecil pada level Rp 532 ribu per gram. Adapun harga emas ukuran terbesar dibanderol dengan harga Rp 493 ribu per gram. Senada dengan harga penjualan, harga pembelian kembali ( buyback ) emas Antam mengalami peningkatan positif. Harga buyback  hari ini dibander...