| MUI Luncurkan TV untuk Mudahkan Sosialisasi Fatwa dan Produk halal Kamis, 22 November 2012 Hidayatullah.com--Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melaunching media televisi bernama TV MUI. Televisi berbasis internet ini dapat diakses melalui www.tvmui.com Kegiatan launching yang berlangsung di Sekretariat MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Selasa (20/11/2012) dilakukan dengan sangat sederhana. Menurut Ketua MUI KH Ma’ruf Amin tujuan dihadirkannya TV ini selain untuk dakwah juga untuk sosialisasi fatwa MUI ke masyarakat luas. Selama ini menurutnya, banyak fatwa MUI yang tidak tersosialisasikan dengan baik ke seluruh masyarakat. Diharapkan dengan adanya MUI TV masyarakat bisa lebih mudah mengakses juga memahami setiap fatwa yang dikeluarkan MUI. "Meskipun harus diakses melalui internet, keberadaan TV MUI sangat mendukung kegiatan dakwah, sosialisasi fatwa dan produk halal kepada umat," ujar KH. Ma'ruf Amin kepada hidayatullah.com usai kegiatan tersebut. Dalam operasional sehari-hari, TV MUI dikelolah oleh tim Komisi Informasi dan Komunikasi di bawah pimpinan Dr. Sinansari Ecip, salah satu Ketua MUI yang pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Acara ini sendiri dihadiri Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin, Sekjen MUI HM. Ichwan Sam dan sejumlah pengurus MUI lainnya.*Rep: Thufail al Ghifari Red: Cholis Akbar |
Markas Kopassus, Cijantung
Mengenang Kedekatan Prabowo kepada Ulama dan Ummat Islam [SB]-Jiwa nasionalis relijius sebenarnya telah tertanam pada diri Prabowo Subianto, sekitar 20 tahun lalu. Tahun 1998, saat menjadi Danjen Kopassus, Prabowo dekat dengan kalangan tokoh-tokoh umat. Baik dengan tokoh MUI, NU, Muhammadiyah, DDII, KISDI dan para pimpinan pesantren se-Indonesia. Prabowo Subianto saat menjabat Danjen Kopassus melaksanakan Buka Puasa Bersama ulama dan tokoh-tokoh Islam, Jumat 23 Januari 1998 di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur (foto: Repro Media Dakwah) Mungkin karena terlalu dekatnya dengan tokoh-tokoh Islam saat itu, kalangan anti Islam menjadi tidak suka padanya. Ia akhirnya difitnah sebagai dalang penculikan & kerusuhan Mei 98 dan akhirnya menenangkan diri ke Yordania selama beberapa tahun. Kini Suara Islam memuat kembali sebagian laporan “Melawan Pengkhianat Bangsa’ di Majalah Media Dakwah, edisi Februari 1998. Berikut kutipan selengkapnya: Sebuah peristiwa bersejarah d...
Komentar