| Lawan Bakteri dengan Obat Alami | ||
Pemakaian antibiotik sintetis berdampak negatif pada tubuh. Banyak tumbuhkan di sekitar kita yang bisa menggantikannnya. Anda tahu obat mujarab yang paling sering diberikan dokter saat sakit? Ya betul, obat antibiotik. Pemakaian antibiotik sintetis ini sudah populer di tengah masyarakat. Apa pun sakitnya, termasuk luka sekalipun, dokter biasanya memberi obat antibiotik. Ironisnya lagi, ada kecenderungan masyarakat yang sudah merasa cocok dengan satu antibiotik akan membeli sendiri antibiotik ke apotek, tanpa harus menunggu resep dokter. Penggunaaan yang terlalu sering dan tidak pada tempatnya merupakan sebab utama berkembangnya bakteri kebal, atau yang sering di sebut resisten. Pasalnya, setiap kali seseorang meminum antibiotik, bakteri yang sensitif akan terbunuh, namun kuman yang ‘bandel’ akan tetap tersisa dan berkembang dengan pesat. Walaupun antibiotik dianjurkan untuk mengobati infeksi bakteri, ia tidak efektif melawan infeksi virus seperti pilek, sebagaian besar radang tenggorokan dan flu. Oleh sebab itu, diperlukan pemakaian antibiotik yang bijaksana. Dampak negatif dari penggunaan antibiotik yang tidak bijaksana adalah mengakibatkan gangguan saluran pencernaan (diare, mual, muntah), reaksi alergi mulai ringan hingga berat seperti pembengkakan bibir, kelopak mata, sampai gangguan nafas. Terlebih pasien yang alergi dengan antibiotik, dapat mengalami anaphylactic shock atau shock karena penggunaan antibiotik yang dapat menimbulkan kematian. Antibiotik menjadi perlu apabila terjadi infeksi sekunder oleh bakteri, biasanya ditandai dengan penyakit yang tidak membaik atau malah memburuk setelah beberapa hari. Perubahan warna dan kekentalan ingus atau dahak merupakan hal yang normal pada sakit pilek dan tidak perlu diberikan antibiotik. Diare juga tidak selalu harus diberi antibiotik karena diare dapat disebabkan oleh virus atau akibat intoleransi terhadap makanan yang dimakan. Allah Ta’ala telah menyediakan antibiotik di alam ini. Tentu saja jauh lebih aman dan bersahabat dibanding penggunaan antibiotik sintetik. Antibiotik alami tidak mengenal istilah resisten atau bakteri kebal, sebab antibiotik alami tidak bersifat destruktif atau membunuh kuman/bakteri. Antibiotik alami memperlakukan bakteri sebagai mitra yang nantinya ia sendiri yang akan pergi karena merasa tidak pantas berada di sana. Berikut 8 contoh sumber antibiotik yang tersebar di alam yang dapat kita manfaatkan: =============Baca selengkapnya pada edisi cetak Desember 2012========= | ||
Markas Kopassus, Cijantung
Mengenang Kedekatan Prabowo kepada Ulama dan Ummat Islam [SB]-Jiwa nasionalis relijius sebenarnya telah tertanam pada diri Prabowo Subianto, sekitar 20 tahun lalu. Tahun 1998, saat menjadi Danjen Kopassus, Prabowo dekat dengan kalangan tokoh-tokoh umat. Baik dengan tokoh MUI, NU, Muhammadiyah, DDII, KISDI dan para pimpinan pesantren se-Indonesia. Prabowo Subianto saat menjabat Danjen Kopassus melaksanakan Buka Puasa Bersama ulama dan tokoh-tokoh Islam, Jumat 23 Januari 1998 di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur (foto: Repro Media Dakwah) Mungkin karena terlalu dekatnya dengan tokoh-tokoh Islam saat itu, kalangan anti Islam menjadi tidak suka padanya. Ia akhirnya difitnah sebagai dalang penculikan & kerusuhan Mei 98 dan akhirnya menenangkan diri ke Yordania selama beberapa tahun. Kini Suara Islam memuat kembali sebagian laporan “Melawan Pengkhianat Bangsa’ di Majalah Media Dakwah, edisi Februari 1998. Berikut kutipan selengkapnya: Sebuah peristiwa bersejarah d...
Komentar