Postingan

Pasang Fahri di Komisi III DPR, PKS siap perang lawan KPK?

Gambar
Pasang Fahri di Komisi III DPR, PKS siap perang lawan KPK? Fahri Hamzah dan Anis Matta. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko Kasus hukum yang menimpa  Luthfi Hasan Ishaaq  rupanya membuat pusing PKS. Berbagai manuver dilakukan, termasuk yang terbaru, menempatkan  Fahri Hamzah  kembali di Komisi III DPR. Saat menjadi wakil ketua di komisi ini, Fahri pernah melontarkan usulan pembubaran KPK. Selain Fahri,  Muhammad Nasir Djamil , juga kembali ke komisi hukum DPR. Fraksi PKS sepertinya kembali menempatkan, jagoan-jagoannya di bidang hukum untuk mengawal kasus Luthfi karena komisi ini bermitra langsung dengan KPK. "Paling mendasar memang itu, kita membutuhkan teman-teman yang memahami di sana. Tentang penegakan hukum harus kepada itu. Oleh karena itu ada enam orang yang mendasar dan dasar hukum, bagi proses penegakan hukum yang komprehensif," kata Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim saat dihubungi, Rabu (22/5). Selain itu, alasan menggeser Fahri dan N...

Jelang Kenaikan Harga BBM, Pedagang Cari Untung

Jelang Kenaikan Harga BBM, Pedagang Cari Untung TEMPO.CO ,  Surakarta  - Tim Pengendalian Inflasi Daerah Surakarta menduga sebagian pedagang di pasar tradisional sudah mencari untung menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan terlebih dulu menaikkan harga. Ketua Tim Teknis TPID Surakarta, Joko Pangarso, mengatakan, pada pekan kedua Mei 2013, sudah ada kenaikan harga beberapa komoditas jika dibandingkan April 2013. Kenaikan harga berkisar 0,02 persen hingga 7,24 persen. Meski relatif kecil, kenaikan berpengaruh cukup besar ke inflasi karena termasuk komoditas inti, seperti beras, cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. "Kenaikan harga disebabkan jelang pemilihan kepala daerah dan jelang kenaikan BBM," ujar Joko kepada wartawan di sela inspeksi mendadak kebutuhan bahan pokok di Pasar Legi, Surakarta, Selasa, 21 Mei 2013. Padahal stok masih mencukupi bahkan surplus. Dia menilai ada pedagang yang berspekulasi menaikkan harga kebutuhan pokok lebih dulu s...

Wow, Macan Tutul Asik Gegoleran di Halimun Salak

Gambar
Wow, Macan Tutul Asik Gegoleran di Halimun Salak Foto macan tutul Jawa, hewan yang masuk kategori dilindungi ini terekam kamera bersensor khusus. Kamera ini disebut juga camera trap. CIFOR TEMPO.CO ,  Bogor  -  Seperti kucing pada umumnya, macan tutul juga suka bermain-main. Apalagi jika kucing besar ini berada di rimba belantara yang menjadi rumah mereka. Seperti yang tampak pada potret hasil kamera jebak di hutan Taman Nasional Halimun Salak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  Potret yang diambil Age Kridalaksana, seorang ekolog dari Center for International Forestry Research (Cifor), ini menunjukkan seekor macan tutul dewasa yang sedang asik gegoleran  di lantai hutan. Macan tutul yang tertangkap kamera jebak berjenis kelamin jantan. Ini diketahui saat si totol sedang telentang yang memperlihatkan alat kelaminnya. Yang menggembirakan dari potret ini adalah si macan tutul tampak bebas mengekspresikan diri berguling-guling beralaskan seresah daun kering di...

Kisah Islamnya Tughluk Timur Khan

Gambar
Kisah Islamnya Tughluk Timur Khan   Mongol Empire Oleh:  Alwi Alatas BANGSA  Mongol pada era Jenghis Khan (w. 1227) dan anak cucunya, sebagaimana telah diketahui secara luas, telah menaklukkan banyak wilayah. Pada puncak kekuasaannya, mereka mengendalikan wilayah Asia Tengah, China, Rusia, sebagian Timur Tengah, dan Eropa Timur. Mongol pada masa itu adalah bangsa penakluk, tetapi kekuatan utamanya ada pada militer, bukan pada ilmu pengetahuan dan sistem keyakinan yang kuat. Sehingga pada akhirnya, orang-orang Mongol ini terpengaruh oleh agama dan kebudayaan bangsa yang ditaklukkannya. Selepas Jenghis Khan, wilayah kekuasaannya dibagi-bagi untuk empat putra utamanya, Jochi, Chagatai, Ogedei, Tolui, serta keturunan mereka masing-masing. Tak terlalu lama setelah menguasai wilayah yang luas itu, sebagian anak keturunan Jenghis Khan yang memimpin wilayah Muslim mulai masuk Islam. Berke Khan  (w. 1266) merupakan pangeran pertama di kalangan anak-cucu Jengh...

Jam Operasi Angkutan Berat di Jawa Barat Dibatasi

Gambar
Jam Operasi Angkutan Berat di Jawa Barat Dibatasi Lihat Foto Jam Operasi Angkutan Berat di Jawa Barat Dibatasi TEMPO.CO  ,  Bandung :Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan menerbitkan Peraturan Gubernur untuk membatasi jam operasional angkutan barang berat di atas 20 ton mulai pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB, dan tidak beroperasi pada hari Minggu di wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur, serta Depok. "Malam kita fokuskan untuk lebih banyak pergerakan barang, kemudian siang kita fokuskan untuk pergerakan orang," kata dia selepas memimpin rapat soal pengendalian angkutan barang di Gedung Sate Bandung, Selasa, 21 Mei 2013. Menurut dia, Peraturan Gubernur itu, mengacu pada Naskah Kesepakatan Pengawasan Pengendalian Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Jawa Barat yang ditekennya pada Selasa, 21 Mei 2013, bersama perwakilan pengusaha pasir besi, perwakilan pemerintah kabupaten/kota di kawasan Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Depok, Polda Jawa Barat, dan Kodam III/Siliwangi. ...

Gubernur Jawa Barat: Pakai Becak Enggak Masalah

Gambar
Gubernur Jawa Barat: Pakai Becak Enggak Masalah Lihat Foto Gubernur Jawa Barat: Pakai Becak Enggak Masalah   TEMPO.CO ,  Bandung  - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan sudah memerintahkan Kepala Biro Pengelolaan Barang Daerah Jawa Barat agar membatalkan proses lelang pembelian mobil dinas baru untuk gubernur dan wakil gubernur yang akan dilantik 13 Juni 2013 nanti. "Saya sudah perintahkan, hentikan tender itu," kata dia di Bandung, Selasa, 21 Mei 2013.  Penyebabnya, kata Heryawan, pemberitaan soal itu memicu serangan terhadap dirinya di media sosial. Salah satunya ditujukan kepada akun Twitter miliknya. "Di Twitter ramai tadi malam," kata dia. "Gubernur kan belum pernah beli mobil, sedannya masih sedan lama, tapi kan di ramein di sosmed. Hari ini sudah saya panggil Pak Dadang Suharto, Kepala Biro Pengelolaan Barang Daerah Jawa Barat. Hentikan tender. Mobil lama masih bagus, pakai becak juga enggak masalah." Dia mengatakan, seranga...

Nana Tan Wijaya, dari Wanita Karir Kini Jadi Sopir Taksi

Nana Tan Wijaya, dari Wanita Karir Kini Jadi Sopir Taksi Liputan6.com, Jakarta  : Buat sebagain besar orang Indonesia, pekerjaan kantoran masih jadi idaman. Apa jadinya kalau mantan pekerja kantoran memilih jadi sopir taksi. Terlebih yang melakukan itu adalah seorang perempuan. Perempuan itu adalah Nana Tan Wijaya, yang kini berprofesi sebagai sopir taksi Express. Nana sebelum menjadi sopir taksi Express bekerja di sebuah perusahaan otomotif di Jakarta selama 15 tahun. Setelah lulus sebagai Sarjana Ekonomi dari Universitas Pandjajaran, Bandung, Jawa Barat, Nana mulai bekerja pada suatu perusahaan otomotif selama hampir 15 tahun, hingga dia bisa mencapai level Manager Marketing. Namun setelah menikah, dia terpaksa melepaskan karirnya diperusahaan tersebut atas permintaan dari sang suami agar dia fokus mengurus rumah tangga. Menjadi seorang ibu rumah tangga, membuatnya mencapai titik jenuh dan bosan. Hingga muncul ide dari seorang teman yang menyarankan dia menjadi seorang ...