Postingan

Menampilkan postingan dari April 22, 2013

Syariat Islam di Aceh Tidak Mengancam Integrasi Nasional

Gambar
Syariat Islam di Aceh Tidak Mengancam Integrasi Nasional   Sosialisasi penegakan syariat Islam.   Senin, 22 April 2013  Hidayatullah.com --Pelaksanaan syariat Islam di Aceh menghadapi banyak tantangan, selain dari pihak luar, juga  dari masyarakat Aceh. Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh yang diwakili oleh Kabid Bina Hukum Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Munawar Djalil MA pada seminar Syariat Islam Penyelamat Umat Dunia Akhirat, di Asrama Haji Banda Aceh, Minggu (21/04/2013). Seminar digelar oleh DPD Front Pembela Islam (FPI) Aceh juga menghadirkan pembicara Ketua Umum DPP FPI Dr Habib Rizieq Syihab, Lc, MA. Munawar menjelaskan, opini tentang sisi buruk syariat Islam digembar-gemborkan oleh kelompok yang tak suka syariat Islam. Padahal, menurut ia, secara historis pelaksanaan syariat Islam di Aceh bukan hal baru. Ancaman syariat Islam yang disuarakan oleh kelompok anti-syariat Islam antara lain menyebutkan, syariat Islam tidak relevan dengan

Kelakuan 5 Siswi Tolitoli Permainkan Ritual Shalat Disesalkan

Gambar
Permainkan Ritual Shalat   Foto diambil dari laman Youtube   Rabu, 17 April 2013  Hidayatullah.com— Entah apa yang ada dalam pikiran 5 siswi ini. Mereka dengan sendau gurau, mempraktikkan ritual shalat dengan mencampur-adukkan joget dan musik yang akhirnya sempat ditayangkan di internet. Belum jelas apa maksud dan niatnya, namun sendau-gurau 5 siswi, yang salah satunya menggunakan jilbab sedikitnya telah memancing kegelisahan banyak pihak tentang moralitas para remaja di negeri ini. “Kepolisian dan Kemendiknas harus memberi teguran pada pihak sekolah agar kasus seperti ini tidak berulang, dan hal-hal berkaitan dengan agama tidak jadi senda-gurau,” ujar Ketua Persaudaraan Dai Indonesia (Pos Dai) Shohibul Anwar kepada  hidayatullah.com , Rabu (17/04/2013). Seperti diketahui, sebuah tayangan berjudul “Kelakuan Siswa SMA 2 Toli-Toli”  yang dimuat di laman Youtube telah membuat masyarakat resah. Video yang dipublikasikan pada Selasa, 16 April 2013 telah ditonton lebih

Amien Rais: Pengelolaan SDA di Indonesia Salah

Gambar
Amien Rais   Prof Amien Rais.   Kamis, 18 April 2013  Hidayatullah.com --Mantan Ketua MPR RI Amien Rais mengatakan, ada kesalahan dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, khususnya di bidang pertambangan, sehingga cenderung menguntungkan kepentingan asing dibanding kepentingan rakyat. "Sesuai amanah konstitusi, sumber daya alam (SDA) adalah milik rakyat dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, tetapi yang terjadi justru sebaliknya," katanya di Yogyakarta. Menurut dia di sela acara Presidential Series Lecture bertema "Kontrak Karya Proasing: Indonesia Miskin di Ladang Emas", kebijakan pertambangan di Indonesia tampak karut marut. "Hal itu disebabkan pihak asing cenderung mendikte isi kontrak perjanjian kerja sama yang dijalin dengan pemerintah. Mereka dengan serakah berlomba-lomba mengeruk kekayaan alam dari Indonesia, sedangkan sangat sedikit manfaat yang dirasakan oleh rakyat," katanya, Rabu (17/04/2013)

Indonesia dan Jordania Adakan Konferensi Islam di Jakarta

Gambar
Indonesia dan Jordania Adakan Konferensi Islam di Jakarta   Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat.   Ahad, 21 April 2013  Hidayatullah.com --Indonesia dan Jordania berencana menggelar Konferensi Islam tentang Pembangunan Peradaban dan Perdamaian Dunia di Jakarta, 23-24 April, guna menghidupkan kembali pesan-pesan perdamaian, sekaligus berupaya menghasilkan pembentukan International Islamic School Banking. Menurut Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, konferensi itu diharapkan dibuka Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan ditutup Menteri Agama Suryadharma Ali. Sebanyak 300 peserta dari 12 negara diharapkan hadir, yaitu Jordania, Brunei Darussalam, Papua Nugini, Jepang, Taiwan, Palestina, Rusia, Kamboja, Vietnam, Singapura, Malaysia, Serbia, Turki, Inggris, Mesir, Thailand, dan Timur Leste. Mereka para menteri agama, kalangan professional, akademisi, praktisi di bidang ekonomi. Lima univeristas dilibatkan dalam event tersebut, yaitu Universitas Ass

Innalillah, KH Ahmad Warson, Penulis Kamus Arab Al Munawwir Berpulang

Gambar
KH Ahmad Warson, Penulis Kamus Arab Al Munawwir Berpulang   KH Zainal Abidin Al Munawwir, imam shalat KH A Warson. Foto:@salimafillah   Kamis, 18 April 2013  Hidayatullah.com— Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raajiun.  Telah berpulang KH Ahmad Warson Munawwir Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta pada hari Kamis (18/04/2013) sekitar pukul 06.00 WIB. Jenazah dimakam Dongkelan Bantul  dan diberangkatkan dari PP Al-Munawwir Krapyak pukul 16.00 WIB. "Beliau adalah guru utama kami, KH. Ahmad Warson Moenawwir, pengasuh PP Al Munawwir Krapyak, penyusun Kamus Al Munawwir. Inna lillahi wainna ilaihi rajiun. Rahimahullah wa ghafaralahu wa askanahu fasiha jannatih. Semoga keluarga dan kaum muslimin diberi kesabaran dan keteguhan. Amiin..." kata Ustad Afif Hasbullah, cucu KH Ali Maksum sebagaimana dikutip  krjogja.com. KH Warson Munawwir merupakan salah satu putra pendiri PP Al-Munawwir Krapyak, KHM Moenawwir. Selama ini beliau aktif mengasuh PP Al-Mun

Daoed Joesoef Sebut Ada Bisnis Seks di Balik Kontes Ratu Kecantikan

Gambar
Ada Bisnis Seks di Balik Kontes Ratu Kecantikan   Daoed Joesoef: "Ada bisnis seks di balik penyelenggaraan kontes kecantikan"   Selasa, 09 April 2013  Hidayatullah.com-- Mantan Menteri Pendidikan Daoed Joesoef mengatakan, ada bisnis seks di balik penyelenggaraan kontes kecantikan seperti Miss Wolrd, Miss Universe dan sebagainya. "Ada bisnis seks," ungkapnya kepada hidayatullah.com  via telepon, Selasa (09/04/2013). Dia mengaku konsisten menolak segala ajang ratu kecantikan sejak dia menjabat Mendiknas di era Presiden Soeharto. Saat dia menjabat Mendiknas dia mendapat info, para peserta kontes kecantikan akan dipaksa melacur kepada sponsor acara tersebut. "Itu akan acara besar, perlu dana untuk iklan dan show-show  lainnya," katanya. Entah dapat data dari mana, menurut Joesoef, pengusaha yang menyumbang dana untuk acara tersebut akan mendapat sajian makan malam dan tidur dengan salah satu peserta. "Itu sama saja pelacuran,"