Postingan

Lulus Sekolah Dasar pada Usia 7 Tahun

Gambar
Iqbal Asa'd Lulus Sekolah Dasar pada Usia 7 Tahun Iqbal Mahmud As’ad, dokter termuda di dunia asal Palestina A+  |  Reset  | A- REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Siapakah sosok Iqba Asa'd (20) yang berhasil mencatatkan dirinya sebagai dokter termuda dunia. Haaren.wordpress.com  menyebut dalam artikelnya bahwa Eqbal Asa’d kecil adalah seorang anak jenius. ''Seorang anak wanita  jenius. Seorang gadis yang tamat SD pada usia 7 tahun,'' tulis Haaren seperti dikutip  Mi'raj News Agency . Setiap tiga bulan, secara menakjubkan dia menelan program satu tahun seluruh sekolah. Membuat kelasnya melompat, tapi semuanya baik. ''Dia membaca, belajar, berlomba untuk mendapatkan nilai terbaik,'' tulis Haaren. ''Dalam tiga bulan, dia mampu melampaui siswa kelas barunya.'' Begitu banyak sehingga pada usia 12 tahun, ia memperoleh Baccalaureate -nya. Kemudian dia ditemukan oleh media dan sebuah penghargaan beasiswa negara asing dite...

Menteri PKS Sudah Dikeluarkan dari Kabinet

Gambar
Fahri Hamzah: Menteri PKS Sudah Dikeluarkan dari Kabinet Fahri Hamzah REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan sudah dikeluarkan dari kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh pihak istana.  "Pertengahan pekan lalu seseorang dari pihak istana sudah beri tahukan kepada salah seorang menteri PKS. Bahwa PKS sudah dikeluarkan dari koalisi istilahnya," kata Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/6). Istana, lanjutnya, berjanji akan mengirimkan surat tertulis dari SBY pada Sabtu kemarin. Namun, hingga Senin malam, surat tersebut tidak juga diterima DPP PKS.  Padahal, majelis syuro melalui Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) sudah berencana untuk membahas hal tersebut.  "Tidak ada surat dari yang bersangkutan. Maka itu, acara majelis syuro yang rencananya rapat hari ini dibatalkan kembali," ungkap anggota Komisi III DPR tersebut. Meski bel...

"Penyesatan BLSM"

Gambar
"Penyesatan BLSM" by  @ahmadgozali Klo liat di pilem Amrik. Pengangguran di sana dapetnya kupon, bkn cash, cuma bisa beli makanan & basic needs. Gabisa buat miras, rokok, dll. Klo Balsem (BLSM -ed) dipake buat beli rokok. Itu cuma pindah dari subsidi BBM ke subsidi kesehatan. Klo buat makan aja sih insya Allah msh bisa, apalagi di kampung. Ganjalan tuk sejahtera itu ketika berhubungan dgn pendidikan & kesehatan. Asalkan terbuka kesempatan yg adil tuk kerja/bisnis/tani, subsidi tuk pendidikan & kesehatan saja. Insya Allah bisa sejahtera. Saat krismon 2008, Amrik juga ada program mirip Balsem. Tapi itu bkn bagi2 uang, tapi mengembalikan uang pajak yg sdh dipotong (tax refund). ( @Portuguesamava  di Europe juga, Tuna grahita dan org2 miskin dpt jatah lunch/dinner di suatu tempat,dan dijamin biaya kesehatannya by insurance). Skrg kita lihat teladan Rasulullah saw hadapi curhatan org miskin yg mengeluh blm makan bbrp hari dgn pakaian compang-camping. Rasul...

PKS Bukan Bawahan Partai Demokrat

Gambar
Hidayat: PKS Bukan Bawahan Partai Demokrat JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menolak permintaan Partai Demokrat agar pihaknya memasang bendera pada saat bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) disalurkan. Menurutnya, PKS tidak berkedudukan sebagai bawahan Partai Demokrat sehingga partai pemenang Pemilu 2009 itu tak bisa memerintah PKS seenaknya. "PKS bukan bawahannya Demokrat, aneh kalau yang nyuruh Demokrat. Kami setara, mestinya saling menghormati, tidak perlu saling menuduh, ada kesetaraan," kata Hidayat, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (11/6/2013). Selain itu, Hidayat juga menyayangkan adanya sejumlah politisi Partai Demokrat yang mendorong PKS untuk keluar dari koalisi. Baginya hal tersebut sangat tidak etis karena PKS berkoalisi dengan pemerintah dan bukan dengan Partai Demokrat "PKS tidak berkoalisi dengan Demokrat, PKS bukan bawahan Demokrat, aneh kalau disuruh-suruh Partai Demokra...

TEMPO dan ILC Dongkrak Elektabilitas PKS

Gambar
Ketika TEMPO dan ILC Dongkrak Elektabilitas PKS Oleh Ichsan Setiawan Akhir-akhir ini semua orang membicarakan PKS, tidak di warung kopi, lorong-lorong, pinggir pantai, koran, radio, facebook, twitter, kompasiana, apa lagi di TV, semua tentang PKS. Banyak yang benci, tapi tidak sedikit juga yang mendukung. Apa pun tanggapan dari berbagai pihak, saya tidak bisa berbohong kepada diri sendiri bahwa PKS menarik perhatian dunia saat ini; baik dunia nyata maupun dunia maya. Fakta ini coba saya uraikan bukan karena saya punya banyak teman di PKS, tapi saya hanya mencoba untuk menilai dengan objektif dan fair dengan apa yang saya lihat dan rasakan. Dan untuk ke depan sepertinya saya akan banyak menulis tentang PKS, karena apa pun kalau bicara PKS pasti ratingnya tinggi. Berikut Kejujuran Fakta yang mencatat PKS menang berlapis-lapis. Setidaknya ada 3 lapis. Silahkan diperhatikan. Kritik saya kalau salah. Lapis pertama,  saat ini PKS begitu populer di dunia maya sebagai re...

90% Publik Mendukung PKS

Gambar
TEMPO: 90% Publik Mendukung PKS Tolak BBM Naik Polling yang dilakukan TEMPO online menunjukan mayoritas publik menilai langkah dan sikap PKS menolak kenaikan harga BBM sudah tepat. Poling pekanan TEMPO periode 5-12 Juni 2013 dengan pertanyaan  "Menurut Anda, apakah langkah PKS menolak kenaikan BBM adalah sikap yang tepat?" menunjukan hasil (untuk sementara, saat tulisan ini dibuat): - 90 % menyatakan YA - 9.5 % Tidak - 0.5 % Tidak Tahu Anda bisa ikut Polling yang akan berakhir hari ini di link ini http://www.tempo.co/jajak/indikator/

BLSM cuma untungkan Demokrat

Gambar
FITRA: BLSM cuma untungkan Demokrat Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai, program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang menjadi kompensasi kenaikan harga BBM hanya akan menguntungkan Partai Demokrat. Sementara, bagi parpol anggota koalisi yang mendukung kenaikan BBM hanya akan terkena imbas buruknya. "Mereka (partai koalisi selain Demokrat) yang mendukung BLSM tetap akan menerima stigma jelek dari masyarakat," kata Koordinator Investigasi Fitra, Uchok Sky Khadafi kepada wartawan, Rabu (12/6). Menurutnya, Partai Demokrat memiliki akal cerdik untuk menarik simpati rakyat yakni dengan memberikan BLSM. Hal itu dilakukan agar partai yang dipimpin SBY itu tak dihujat saat BBM dinaikan. "Partai Demokrat dilihat publik salah satu utama yang ngotot menaikan harga BBM, tetapi Partai Demokrat pintar lalu mengalokasi BLSM sebagai kompensasi atas kenaikan BBM," ujar Uchok. Uchok menilai, program dengan anggaran Rp 12,...